Layang-layang


layang-layang

Kulihat dia disana
Sibuk dengan layang-layang birunya
Di tengah mereka
Dengan remote-remote yang mengontrol mainan berteknologi tinggi

 

Terlihat tak teralihkan oleh sekitarnya
Layang-layang biru itu terus bertahan menghiasi cakrawala
Tak peduli lelah tengkuk mendongak
Kumparan benang terus tergenggam tak terlepas meski hanya sekedip mata

 

Ya,,
Ia terus menatap luas langit
Meski terkadang sinar mentari menyilaukan mata

Ia terus bertahan menjaga layang-layang agar tak terbang terlalu jauh
Meski terkadang angin terlalu keras berhembus

Ia terus bertahan menggenggam benang pemandu
Meski terkadang terlalu tegang teregang hingga nyaris putus

 

Ia tak peduli
Dan tak pernah tergoda dengan kecanggihan mainan lainnya
Karna layang-layang yang ia genggam
Adalah yang ia damba-dambakan
Hingga baginya,
Tak lagi berarti halangan yang menghadang
Karna ia tau dengan baik
Ia telah memilih yang ia sukai

 

Berbeda dengan mereka
Yang memiliki kesempatan dan kemampuan orang tua
Untuk memberi yang terbaik
Tapi bukan yang diidam-idamkan

 

Layang-layang pun
Tetap bertahan dilangit biru
Hingga suatu hari
Mereka..
Mulai perlahan mendongak
Dan ikut mengagumi layang-layang
Yang terus meliuk di tangan sang pemilik…

 

Jatinangor, 061110, 20.52

 

Advertisements

One thought on “Layang-layang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s