Tak Perlu Menyesali Masa lalu


Kenapa ya kq saya tiba2 mau nulis tentang masa lalu?? Dateng begitu aja minta untuk ditulis,, hehehe…

Saya yakin semua orang pasti punya masa lalu, dan saya juga hampir sepenuhnya yakin setiap kita pasti punya sedikit ataupun banyak pengalaman buruk di masa lalu. Tidak terkecuali saya, saya punya sekali pengalaman yang membuat saya trauma, atau yang membuat saya ingin mengulang kembali waktu untuk memperbaiki semuanya. Tidak perlu diceritakan disini, cukup menjadi kenangan yang manis dipetik buahnya hari ini.

Pengalaman buruk di masa lalu ini kadang membuat kita mengalami penyesalan berlebih, hingga berlarut-larut. Sampai-sampai segala khilaf yang dilakukan hari ini dituduhkan pada pengalaman buruk dulu. Hari ini kita menjadi seorang yang tempramen, egois, dan mau menang sendiri, sampai-sampai menjadi public enemy karna ketidaknyamanan orang-orang disekitar akan sikap kita kemudian dijadikan alasan untuk menyalahkan masa lalu yang tak pernah mengajarkan kita bagaimana cara berbagi, bersabar, atau bahkan memberi. Hari ini kita menjadi seorang yang begitu malas, masa lalu kena batunya karna dulu kita terlalu dimanjakan dengan segala hal yang begitu mudah didapatkan. Hari ini kita selalu masuk dalam garda yang paling belakang di setiap kompetisi menjadi sebab dari masa lalu yang tidak memfasilitasi sarana, materi, dan waktu untuk mengembangkan potensi diri karna sibuk untuk sekedar bertahan hidup dengan mencari sesuap nasi. Dan keluhan-keluhan lainnya yang tak hentinya dijadikan alasan untuk menyalahkan keburukan masa lalu.

Tanpa kita sadari, sebenarnya dengan semua keluhan hari ini, kita sedang membangun keburukan yang akan menjadi masa lalu yang disalah-salahkan keesokan hari. Tak menampik, saya pun kerapkali berlaku seperti itu, sering sekali menyalahkan masa lalu agar bisa mendapat sedikit excuse untuk hari ini, agar dapat menunda yang seharusnya dapat diselesaikan hari ini, agar mendapatkan sedikit simpati untuk menciptakan rasa lega yang semu… tetap saja, ujung-ujungnya bagaimana caranya agar keluhan dapat dibenarkan…

Kalaupun ada pengalaman positif di masa lalu, tak lantas kita jadikan cermin untuk mengulang prosesnya hari ini. Bukannya berkaca, tapi malah menghadirkan kondisi-kondisi yang berlalu di kesuksesan masa lalu yang seolah tak mungkin terulang di hari ini. Ahh,,, dasar manusia,, paling pintar beralasan…

Tak perlu lagi lah kita sesali masa lalu, tak pantas juga kita hanya menghentikan masa lalu sebatas cerita yang akan memudar di lembar-lembar diary waktu silam. Kalau memang kita manusia sejati yang mengerti tugas ‘belajar’ dari Tuhannya, seharusnya kita tau, bahwa masa lalu diberikan Tuhan sebagai memori untuk mendukung misi ‘belajar’ kita di dunia. Setiap pilihan pasti mengantarkan kita pada ujung yang berbeda, yang jika kita pandai menjalaninya maka tetap akan mengantarkan pada kesuksesan pembelajaran yang sama.

Mungkin beberapa dari teman-teman sudah pernah membaca serial goosebump, yang salah satu edisi spesialnya mengajak kita untuk membuat keputusan dan berpindah-pindah halaman dari depan ke belakang dan sebaliknya. Saya suka sekali membacanya, setelah selesai memilih pilihan A yang menyampaikan pada ujung 1 segera saya berbalik untuk mencari apa yang akan diberikan pilihan B di akhir cerita. Andaikan hidup dapat di-rewind tentunya saya sudah melakukan hal serupa. Mengulang-ulang pilihan masa lalu untuk mencari akhir terbaik. Tapi ternyata hidup lebih baik dan lebih sempurna dari serial goosebump yang hanya buatan seorang manusia (sama seperti kita). Hidup mungkin bisa membawa kita pada akhir yang tidak mengenakkan tapi sebenarnya hidup telah memberikan tanda-tandanya untuk tak berfokus pada hasil akhir tapi pada proses yang dilakukan saat ini. Dan akhirnya, tak lagi ada yang perlu disesali tentang masa lalu….

Masa lalu yang buruk sekalipun sebenarnya diciptakan untuk membuat kita belajar…
Jatinangor, 191010, 20.56

Advertisements

One thought on “Tak Perlu Menyesali Masa lalu

  1. Kalo nasi udah jadi bubur, buat apa disesali? Kan tinggal kita tambahin ayam, kecap, telur, seledri, sehingga menjadi sesuatu yang lebih spesial dari sekedar nasi, BUBUR AYAM SPESIAL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s