(2) REJEKI GAK AKAN KEMANA


Mati-matian saya berjuang untuk bisa berganti status menjadi ALUMNI sepanjang tahun 2010 ini,, keinginan untuk bisa lulus dan tidak lagi dipanggil sebagai mahasiswa sudah sampai di ubun-ubun.. Sama seperti inginnya saya secepat-cepatnya menemukan kamar mandi ketika hasrat ingin BAB/BAK (buang air besar/kecil) sudah diujung tanduk, sama seperti inginnya saya mengulang-ngulang film korea yang berakhir dengan sangat so sweet atau dengan sangat tragis, sama seperti inginnya saya bisa meneguk air putih disaat berbuka di bulan puasa, sama seperti inginnya saya mendapatkan ucapan dan hadiah di hari ulang tahun,,, yaa… se-tragis itu!! Walopun saya tidak tau apakah usaha saya sudah sebesar keingin saya untuk bisa lulus ??

 

Tidak hanya saat mengurus kelulusan saya merasakan besarnya keinginan untuk benar-benar memperpendek jarak dan dengan cepat menyentuh impian saya, Sudah sering,,,, sering sekali,,, hampir di tiap kali saya punya gairah besar untuk mendapatkan sesuatu… Namun memang sudah ketentuanNya, untuk tidak mengabulkan semua yang kita inginkan semudah itu,, atau bahkan menggantinya dengan hadiah yang lain. Dan saya pun tak luput dari kekecewaan ketika terjadi pupusnya harapan dan tak tercapainya cita-cita.

 

Sebenarnya, ada dua hal yang bisa membuat tidak tercapainya impian yang telah diusahakan, yang pertama faktor dari diri kita sebagai manusia, dan yang kedua faktor yang tidak bisa diganggu gugat karna sudah menjadi keputusan pencipta kita. Saya akui, tak jarang mungkin kekurang suksesan saya dalam meraih sesuatu karna kekurang profesionalan saya dalam memanage diri untuk bisa mempertahankan kualitas sehingga kenyataan persis terjadi seperti yang telah direncanakan. Dan faktor ini mengharuskan kita untuk evaluasi dan terus memperbaiki diri. Akan tetapi jika semua usaha terus berjalan kencang dan ketat sejak awal hingga akhir tetap berakhir diluar jalur yang kita inginkan, maka ikhlaskan saja,,,,

 

Bagaimana caranya ikhlas???
Nah, ini dia pertanyaannya, saya sendiri tidak tau bagaimana caranya ikhlas, tapi yang pasti disaat kita bisa menerima keadaan yang sudah terjadi dihadapan kita dan tetap bisa maju terus tanpa terlalu lama meratapi dan menyesali keadaan sebagai bentuk ketidakpuasan diri, bisa dikategorikan sebagai bentuk keikhlasan.

 

Ngomong-ngomong soal ikhlas, akhir-akhir ini saya punya kata-kata sakti untuk meminimalisir kekecewaan dan untuk tetap terus bisa melaju setelah sesaat jatuh terduduk. Saya terus berkata bahwa “Rejeki gak akan kemana”. Kalau memang rejeki kita, mau sekian banyak dan hebatnya pesaing dalam memperebutkan impian kita ya insyaAllah tidak akan kemana-kemana, tetap pada akhirnya kita yang akan mendapatkannya, kita yang jadi pemenangnya, atau peribahasa kerennya mah Takkan lari gunung dikejar… Sebaliknya, semudah apapun rintangannya, sesedikit bagaimanapun pesaingnya, kalo bukan rejeki kita ya walaupun kita 3 terbaik sebagai kandidat pemenang, insyaAllah gak akan pernah jadi milik kita. Ya kan yaa,,,,

 

Nah, kata-kata Rejeki gak akan kemana ini ternyata cukup ampuh untuk me-recovery diri dari kekecewaan dalam waktu cepat dan mengikhlaskannya menjadi milik orang lain. Dan hasilnya, kita jadi cepat kembali lagi kedalam track untuk terus melanjutkan agenda-agenda lainnya dalam hidup. Yang penting yang tidak boleh lepas adalah melakukan usaha yang terbaik,, do the best,, masalah be the best belakangan, kalo pun belum jadi yang terbaik ya tinggal tambahin (later) + be the best = the best (wanna be)… Ahahaha,,, gitu aja kq repot,,, jangan terlalu diambil pusing, takutnya kita terlalu lama stuck dan lama-lama jadi berhenti bergerak dan berkarya, Naudzubillah…

 

Itu tadi sedikit solusi kecil kalau kejadian yang terjadi adalah tidak tercapainya hasil (atau dengan kata lain melenceng jauh dari harapan selama ini),, beda lagi kalo kejadiannya adalah usaha maksimal kita tidak membuahkan hasil yang sempurna,,, Untuk hal ini saya juga punya cara mudah untuk bisa tetap mensyukuri hasil yang menurut kita tidak maksimal tadi. Begini lho temen-temen, maksimal itu memang tujuannya perfeksionis,, tapi maksimal tidak berarti pasti memberi hasil perfect,, jadi.. yasudahhh,,, terima dan syukuri apa yang sudah berhasil kita dapatkan. Belum tentu ketika kita sukses 100% mencapai tujuan kita kemudian berakhir pada kebahagiaan. Tidak!! Tidak selalu,,, Menang tidak selalu berarti senang, justru dengan bersyukur, apapun hasilnya akan membuat kita senang dan tenang yang tanpa kita sadari sudah mereformasi diri kita menjadi pemilik jiwa-jiwa pemenang.

 

Nah temen-temen, yuk kita bareng-bareng belajar menjadi orang yang penuh keikhlasan dan selalu bersyukur,,,, Saya cuma bertugas untuk berbagi, mau dicoba atau tidak, ya terserah teman-teman, yang pasti saya sudah melaksanakan tugas saya sebagai manusia untuk mengingatkan saudaranya (sekaligus mengingatkan diri sendiri),, 😀

 

Good Luck, God Lock..
Jatinangor, 041010, 21.23

 

Advertisements

2 thoughts on “(2) REJEKI GAK AKAN KEMANA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s