Hati untukku


heart

Sau hari aku bertemu dengan dia
Bukan siapa-siapa
Hanya seseorang biasa
Yang tak juga memberi kesan melekat
Tak pelak memoriku menempatkannya dalam ruang sesak
Sesak oleh orang-orang yang terlalu biasa untuk bisa kuingat dengan kuat

 

Keesokan hari
Kutemukan seorang lainnya
Meski tak punya tampang superstar
Ia punya karisma yang mampu menciptakan desir di hati,,
Tak butuh waktu lama..
Hatiku terenggut olehnya
Dia yang cukup pekat mengesan dalam ingatan
Seringnya muncul menyapa hari sepiku dalam imaji
Sukses meraih sebentuk hati yang tak terjamah sebelumnya

 

Lama temani kesendirianku
Tak kuasa pada akhirnya kudekati dia
Yang ternyata punya kesan cukup mendalam akanku pula

 

Basa-basi menjadi pengantar
Tak lama,,,
Kata sakti pun berhasil mencipta seri di wajah piasku
Kudapatkan pangeran yang telah menggoda hatiku
Kudapatkan ia yang telah lama menjadi pemeran utama dalam imajiku
Seolah tak akan habis dimakan waktu rasa itu

 

Tangan pun mulai menggenggam
Dan jemari menemukan penutup sela jari
Namun ada yang berbeda setelah beberapa waktu bersama
Ada yang berubah denganmu dan aku
Seolah tak puas dengan apa adanya diri kita
Mungkinkah ini akhir dari semua cerita indah?

 

Terus kukepal dan kungiangkan kata sakti pencuri hati
Namun ternyata kesaktiannya tak bertahan lama
Berkurang seiring berubahnya kita
Dan meninggalkan aku dan kamu dalam kebimbangan
Mengantarkan kita pada puncak yang tak lagi berujung selain kembali turun
Dan…
Semua berakhir
Menyisakan cerita indah saat bersama…

 

Ternyata…
Dia yang kukira belahan jiwaku
Tak mampu bertahan menangkis semua halangan untuk mempertahankan status “kita”
Hingga akhirnya kembali menjadi “aku”

 

Terus kubertanya..
Akankah lagi kutemukan pangeran pujaanku
Yang benar-benar bisa bertahan disampingku hingga akhir hayat kelak
Mungkinkah ada “dia” lainnya
Yang tetap tegar meski karang sebesar gunung menanti dihadapan?

 

Terus dan terus bertanya,…

 

Hingga suatu hari..
Dia yang diawal menambah kesesakan ruang “kurang penting” dalam hati menyapa…
Dia hadir ketika aku tak lagi berdua..
Dia hadir ketika ku tak lagi tersakiti
Sedikit terlambat memang
Karna ia hanya ingin dirinya tak sekedar menjadi pengganti
Tapi benar-benar bisa menjadi penghuni utama sebagaimana diriku dihatinya
Hadirnya perlahan menyembuhkan luka lama hatiku
Bahkan ia mampu mengembalikannya sebaik semula dengan rasanya yang meluap melebih rasaku

 

Ternyata,,,
Dia yang benar-benar jauh dari sosok pangeran idaman
Punya rasa yang mampu membuatku menjadi ratu sungguhan..
Tak perlu banyak poles
Tak perlu pula mampu menggombal
Pengenalannya yang mendalam akanku
Mampu meluluhkan semua yang seharusnya luar biasa
Mampu menghilangkan semua standar yang seharusnya sempurna dimataku

 

Ternyata..
Aku hanya butuh seorang biasa
Yang punya cinta luar biasa untukku…

Kenapa tak dari dulu kuberikan hatiku padanya?

Jatinangor, 021010, 02.12

 

Advertisements

4 thoughts on “Hati untukku

  1. dea suka 2 kalimat ini deh teh..

    “Karna ia hanya ingin dirinya tak sekedar menjadi pengganti
    Tapi benar-benar bisa menjadi penghuni utama sebagaimana diriku dihatinya”

    “Ternyata..
    Aku hanya butuh seorang biasa
    Yang punya cinta luar biasa untukku…”

    🙂

  2. Butuh seorang yang biasa…

    tapi aku yakin dia begitu istimewa,,,,sangat istemwa,,,
    walau “terlihat” biasa,,karena dia memilih aku,itu yang membuatnya istimwa,,ketika yang lain tak melirikku atau bahkan melewatkanku,,,
    ya dia begitu istimewa karena tetap memperhatikan aku yang tak dalam perhatian yang lain…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s