Jelaga


Ada yang mengganggu mataku
Menggantung terbebas tepat dihadapan
Tak terenyah sejak ia pertama kali berada disana
Seolah ada yang memaksanya terbuka dan terus menatap ke satu titik yang sama

 

Sesak,,
Sesuatu membuatku terengah-engah
Tak lagi semudah dulu bernafas dengan lega
Satu komponen masuk mendesak pengap

 

Limbung…
Nyaris jatuh,,
Terhuyung-huyung tak kuat lagi menjaga posisi
Lemas kaki lupa bagaimana ia berfungsi menopang diri

 

Lelah,,
Memaksa diri tuk bertahan
Berjuang keras mempertahankan ritme degup jantung
Agar tak segera berasap karna berdetak terlalu cepat

 

***

 

Terlalu lama gejala ini mengidap dalam diri
Semakin kuat menyelaksa sesak tak henti kualami
Banyak yang berusaha menjamah
Tapi tak satu pun mampu menyentuh tepat titik ini
Titik kerinduan…
Yang tak pelak menghadirkan rasa tak biasa
Merengkuh raga menembus yang terdalam di jiwa

 

Titik rindu
Yang mungkin dimiliki semua
Tapi tidak semua mampu menghapus titik milikku
Hingga hati ini berjelaga
Menanti rindu terenyah
Berganti kelu tak berakhir
Ketika kau kembali membawa tanda-tanda yang sama
Dan menjadikanku kembali tak tenang..

 

Tak apa jika siklus ini mungkin berulang
Asal kau hapus dulu titik ini
Asal kau bersihkan dulu jelaga ini
Meski nanti akan kau buat jelaga yang lebih tebal lagi…

 

Jatinangor, 200710, 00.25

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s