Mimpi Ibu


Kota agung!!
Hai kota agung..
Kemarin kau menantangku
Ayo!!
Kini aku datang
Mari kita bertarung
Hari ini menjadi penentu bagi kita
Kau atau aku yang menang


“Itu puisi yang ibu buat ketika SMP sekitar tahun 79-80an yang ibu janji akan ibu bacakan saat ibu sukses nanti.”

Kalimat cuplikan dari telpon-telponan bersama ibu semalam,, Ibu bilang, kemarin ibu baru sadar kalau puisi (baca : serangkaian kalimat) yang pernah ibu buat dulu ternyata sudah ibu buktikan keberhasilannya. Yeap,, ibu sudah berhasil menaklukkan lebih dari sekedar Kota Agung, salah satu kabupaten di lampung, bahkan ibu sudah merengkuh 3 dari 4 mimpi utama ibu.

Mimpi ibu sederhana tapi menjadi bagian yang tak pernah
terlupakan dalam menyemangati ibu dalam hidup
1. Ibu ingin jadi orang terkenal
2. Ibu ingin jadi istri orang besar
3. Ibu ingin jadi tempat orang minta tolong
4. Ibu ingin jadi anggota DPR

Ibu ingin jadi orang terkenal, bukan berarti ibu harus menjadi artis, tapi menjadi orang yang cukup dipandang dalam lingkungannya, menjadi orang yang cukup diperhitungkan. Ibu ingin menjadi istri orang besar, tidak juga mengharuskan ibu menjadi istri seorang presiden, mentri, gubernur, atau pengusaha besar, menjadi istri seorang pejabat kabupaten pun sudah mengkategorikan ibu menjadi istri orang ‘besar’. Ibu ingin menjadi tempat orang lain meminta tolong bukan berarti menjadikan ibu orang yang serba bisa mengabulkan semua permohonan orang lain, dijadikan sebagai problem solver dalam rumah tangga, mendidik anak, berbicara didepan umum, berpolitik, dsb pun membuat ibu merasa telah mencapai mimpi ketiganya ini. Tinggal mimpi terakhir yang belum terwujud, akan tetapi ibu begitu yakin akan memperoleh mimpi yang terakhir ini.

Ibu bilang kalau saya harus menggantungkan cita-cita setinggi langit, tapi jika memang bintang itu tak tercapai ya kita harus menerima dengan lapang dada dan bersyukur atas apa yang telah mampu kita capai meski itu bukan capaian terbaik yang dituju,,, Kadang mungkin yang kita tuju adalah sebuah tiang tapi lemparan kita mendarat pada tembok dibelakangnya… Karna mungkin memang akan lebih baik lemparan kita tersampaikan pada tembok dibanding tiang. Jangan-jangan ketika lemparan kita mampu mencapai tiang, kita ternyata tidak tahan dengan bunyi dengungan kencang yang dihasilkan dari gesekan lemparan kita dengan tiang yang kita tuju. Mungkin akan lebih bijak jika mendaratkan lemparan pada tembok,,, Yakin saja itu yang terbaik.

Saya kemudian melakukan perenungan, mungkin memang cita-cita kita dibungkus dalam kemasan yang sempurna,, tapi parameter kesempurnaan itu kita yang menentukan, dan pada akhirnya semua pun menjadi sempurna jika kita bisa melihatnya dengan bijak.. Mungkin cita-cita ibu memang menjadi orang terkenal tapi tidak harus menjadi artis, bukankah menjadi seseorang yang diperhitungkan oleh banyak orang dengan kapasitas lebih dari ibu juga bisa dikatakan terkenal?? Ahhh,, semoga teman-teman bisa memahami apa yang saya maksdkan disini,,,

And overall,, i’ve been thingking that I am SOOO MY MOTHER PROTOTYPE… Maksud saya wajar saja ternyata kalau saya suka bermimpi, ternyata saya mewarisi darah pemimpi dari ibu saya… And i Love to have that blood.. =D

Dreams are today’s answers to tomorrow’s questions.
Edgar Cayce

Kita hari ini adalah hasil dari apa yang kita pikirkan beberapa tahun yang lalu,,,
Jatinangor, 230610, 04,29

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s