Don’t you miss the old you?


Pernah merasakan hal yang sama seperti saya?? Merindukan masa lalu.. Yang pastinya merindukan masa lalu yang lebih baik..

Well, i have been there, once,,,, ketika saya benar-benar merindukan saya yang dulu.

Pernah saya merasa saya mundur beberapa langkah dari saya yang dulu (the old histor). Tapi tidak sepenuhnya mundur. Mundur ketika sisi lain ada yang melangkah maju,, kenapa ya sering sekali terjadi?? Hipotesis sederhana saya sie biasanya mundur menjadi penyeimbang ketika kita melangkah maju, hal lain atau nilai lain dari diri kita mundur pelan-pelan. Kenapa ya kita tidak menyeimbangkannya dengan membuat nilai yang tertinggal dibelakang tadi bergerak maju, bukan yang sudah didepan justru ditarik mundur. Tapi biasanya mundur maju ini tidak terjadi begitu saja, ada dorongan dari lingkungan tempat kita berada saat itu untuk perlahan berubah, yang awalnya mau mewarna malah terwarnai karna tuntutan lingkungan setempat.

Ketika kita sadar bahwa kita merindukan masa lalu dimana kita bisa menemukan diri kita yang lebih baik di salah satu sisinya, seharusnya kita bisa tergerak kembali untuk merengkuh bagian diri tersebut dan kembali membuatnya merasuk kedalam diri kita saat ini yang telah memiliki nilai-nilai positif dibagian lain. Haduhh,, ribet ya bacanya. Saya kasih contoh pengalaman pribadi aja deh ya.,,

Dulu ketika di Korea, banyak sekali orang yang bahagia karna saya bisa memberi nilai tambah diri yang belum tentu semua orang punya, saya pun merasa begitu. Tapi ternyata dibalik kemajuan yang saya dapatkan, ada sisi lain dari saya yang mengalami kemunduran, terutama dalam pergaulan. Sekeras apapun saya berusaha mempertahankan, tapi tetap ada yang tidak dapat bertahan dan terpaksa berubah mengikuti lingkungan yang saya diami selama 4 bulan itu. Tetap ada yang berhasil saya pertahankan tapi ada juga perilaku-perilaku yang sempat terlepas dari genggaman diri saya dan menjadikan saya terwarnai oleh sekitar.

Mungkin ketika saya disana (Korea), saya merasa saya baik-baik saja, tapi ketika saya kembali lagi ke Indonesia (tempat dimana saya berada sebelumnya), saya rasakan perbedaan itu, saya yang biasa saja ketika pulang malam, saya yang tidak khawatir ketika pakaian sedikit menempel pada tubuh, saya yang tidak lagi malu untuk bebas bercengkrama bersama teman lawan jenis, saya yang kurang menjaga topik pembicaraan, saya yang memiliki banyak excuse akan hal-hal yang dulunya saya tolak mentah-mentah, dan masih banyak lagi kemunduran lainnya,,

Alhamdulillah Allah masih menyisakan rasa itu di hati saya, rasa keragu-raguan akan semua hal yang sedang terjadi saat itu,,, Alhamdulillah Allah masih mengaruniakan kolaborasi akal dan hati untuk bertanya, bertanya pertanyaan mengapa saya bisa senyaman ini melakukan semua yang biasanya tidak saya lakukan (saya hindari). Sehingga setelah waktu-waktu beberapa bulan sempat mengenyam hal-hal tersebut, saya kembali dalam pencarian jalan yang sebelumnya menjadi path saya tanpa meninggalkan hal-hal positif yang sudah sempat saya raih dan melekat dalam diri dari pengalaman berpetualang dipercabangan jalan lain. Perlahan-lahan, saya gabungkan semua hal sehingga menjadikan saya yang sekarang ini, yang tentu saja tetap tidak luput dari kesalahan.

Sangat saya syukuri saya pernah berada dalam kondisi itu, sangat saya syukuri karna kondisi tersebut tidak untuk dijalani selama sisa hidup saya, sangat saya syukuri karna Allah masih memberikan kejernihan hati untuk dapat memetik hikmah dari semua yang terjadi. Karna dengan semua yang telah saya alami, karna dengan pengalaman langsung, saya jadi benar-benar tau baik buruknya untuk dianalisis dan dievaluasi. Saya tidak pernah tau, siapa yang tau mungkin saya masih akan dihadapkan pada kondisi serupa.

Overall, saya jadi memahami mengapa Allah menciptakan ketidak-abadian, ternyata agar kita mampu mempelajari, menganalisis, dan memahami perbandingan satu dan yang lainnya untuk kemudian menentukan pilihan terbaik yang terwujud dalam laku pribadi. Hanya saja, kita harus sering-sering berdoa untuk mendapatkan kejernihan hati sehingga pilihan yang kita ambil tidak lagi dipengaruhi oleh sisi-sisi manusiawi yang cenderung dikendalikan oleh nafsu duniawi.

Don’t you miss the old you, friends?? Coz I am

Jatinangor, 240510, 13.32

Advertisements

4 thoughts on “Don’t you miss the old you?

  1. maka hebatlah di hari ini,. maka kamu akan selalu merindukan hari ini, pada masa yang akan datang.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s