Cinta Pertamaku


Kutergugu, malu, merah bersemu,,
Kala kuingat kembali saat pertama kuucap janji
Serangkai kalimat yang dengan sepenuh hati tercipta
Untuk tak lepas sedetik pun ingatku akan kata pertama yang mampu kurangkai
Tentang menjadikan cinta pertamaku sang juara di hati

Hanya itu yang menjadi pinta
Dan semua inginkupun mampu terwujudkan
Sebagai balasan komitmenku pada janji kita

“Aku dekat, dan selalu ada disaat sedih atau bahagiamu.”
Itu saja yang perlu kuingat
Meski aku tak dapat melihat
Namun hati selalu merasakan kehadiran rasa cinta pertama

***

Waktu ambil kuasa dalam kehidupan
Dan menghadirkan banyak cinta yang perlahan singgah
Tak ayal sebagiannya sempat menjadi pemenang
Namun tak pernah ada yang benar-benar memenangkannya
Entah mengapa selalu ada yang melemahkan cinta-cinta itu
Bahagia hanya kurasa diawal waktu
Dan menyisakan pahit diujung cerita

Tak sedikit pula yang berjanji setia
Tapi hanya berakhir kecewa
Dan janji tinggallah menjadi memori akan komitmen yang dilanggar sendiri
Tanpa pembuktian keabadiannya

***

Ternyata cinta yang pernah kurasa
Janji yang pernah kuikat
Tidak mampu mengalahkan cinta dan janji pertamaku

Tak peduli seberapa sering kuberpaling dan lupakan
Tak terhitung kuberharap dan meminta
Tak satu pun yang bahkan pernah hampir menyamai
Kali pertama yang tak kan pernah tersaingi

***

Ketika kukembali dalam sadarku
Kuhampiri nadirku
Dan kutemukan cinta itu
Cinta pertama yang selalu ada disana
Tetap dalam titik terdekat dalam diriku
Tak kunjung bergeser sedikitpun

Ternyata cinta itu tidak hanya cinta pertamaku
Tapi juga cinta sejatiku
Cinta yang tak pernah mengharap balas
Cinta yang tak pernah menanti tatap kerinduan
Cinta yang tak pernah menggantung lelah dalam penantian
Cinta yang hanya menantiku untuk kembali
Tanpa bertanya adakah memoriku tentang janji pertama dulu

Ternyata cinta itu bukan cinta makhluk biasa
Cinta itu adalah cinta Sang Pencipta makhluk
Yang selalu setia menanti disana
Dengan segala kemurahan dalam memaafkan khilaf kehidupan

Cinta yang pernah, masih, dan akan terus menjadi yang pertama dan yang paling sejati
Cinta yang tak pernah tersamai oleh cinta-cinta lainnya
Cinta itu
Hanya cinta-Nya…

Jatinangor, 180510, 01.25

Advertisements

6 thoughts on “Cinta Pertamaku

  1. Barang siapa yg mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia. (HR. Adailami)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s