Tari adik kecilku…


Tari

Saya punya adik, adik yang masih sangaaattt kecil,, adik yang berumur hampir 5 tahun. Adik yang sering sekali ngangenin… Saya perkenalkan ya, namanya Putri Astarini Hakim. Biasanya dipanggil Tari,,

Walaupun Tari masih kecil tapi dia centil sekali (kayak kakaknya *laahh ngakuu*), lucu sekali,,, Sehabis mandi biasanya Tari yang memilih bajunya sendiri, Tari care dengan penampilannya. Kalau saja bajunya ada cacat sedikit dia langsung minta penggantinya. Anggaplah dia Fashionable kayak kakaknya (Hahaha,, ngaku-ngaku).

Setelah mandi pagi, Tari biasanya langsung minta uang ke ibu “Ibu, minta duit, tari mau jajan.” Yeap, meskipun masih kecil, Tari sudah lancar mengucap kata dengan huruf “R” di dalamnya. Tari berkembang lebih cepat dari anak-anak seusianya. Tari sudah lancaaarrr sekali berbicara dengan mimik mukanya yang menyesuaikan pembicaraan. *Bahkan menulis ini pun saya sambil tersenyum mengingat ulahnya*.

Tari seperti anak kecil lainnya yang mudah sekali menyerap informasi, sampai-sampai karna suka ikut menonton TV dan sempat melihat sinetron-sinetron, tak jarang Tari pun mulai mengikuti apa yang biasa diliatnya. Begitu pula dengan lagu-lagu. Dulu, ketika sedang booming-boomingnya lagu Mata – Ketahuan, seringkali Tari mulai bernyanyi “o ow, kamu ketahuan, pacaran lagi…..” Meskipun Tari tidak mengerti artinya. Atau malah lebih parah, karna teman-temannya sempat hapal dengan lagu Pudar – Rosa yang liriknya cukup padat, Tari pun tidak ketinggalan show-up didepan kami dan mulai bernyanyi “Kurasakan pudar dalam hatiku….” Dan bait pertama lagu yang cukup padat ternyata dihapalnya. Waoow,,, memang anak kecil cepat menyerap dan cepat mengingat apa yang dia dengar, lihat, dan rasakan ya. Eh, kecuali lagunya mbah surip “Tak gendong kemana-mana”, Tari takut mengingat wajah almarhum mbah surip yang sudah kempot. Hahahaha.. jadi kalo mau nakut-nakutin ya nyanyi aja lagunya almarhum.. 😛

Tari sebagai anak bungsu yang semua perhatian tercurah padanya pun tak ayal suka mendominasi kasih sayang tidak hanya ayah ibu tapi hampir semua keluarga termasuk kakak-kakaknya. Tapi mungkin perhatian yang kakak-kakaknya berikan terkadang suka berbeda dari harfianya pengertian sebuah kata perhatian. Perhatian mereka adalah dengan melakukan hal-hal yang bisa membuat Tari menangis atau pun sebel bahkan marah. Bukan apa-apa, ekspresi sebel, marah, atau mau nangisnya itu yang ngegemesiiinnn,, Jadi suka diusilin deh. Hehehehe,, maafin kakak ya Tari…

Oia, karna Tari sadar akan posisinya sebagai anak bungsu dan tidak ada saingan, Tari suka cemburuan kalo ayah dan ibunya direbut kakak-kakak yang lain. Pernah suatu kali ketika saya sedang sakit dan ibu terus mengurus saya, dan Tari cemburu. Hahahaha.. lucu sekali,,, Tari langsung mengambil bantal dan sengaja menaruh bantal tidak jauh dari tempat saya berbaring sakit (agar mudah terlihat oleh ibu). Tari mulai menelungkup menghadap bantal dengan menutup matanya menggunakan kedua lengan. Tari mulai tidak mau disentuh,, Tari mau memberi tau kalau dia marah,,, Hahahaha… Lucu banget memang… Tari pun mulai pura-pura nangis sampai akhirnya nangis beneran. Dan sesuai dengan harapannya ibu pun menghampiri dan mulai membujuk Tari. Dan setelah ibu menenangkan Tari, Tari pun tidak lagi mengizinkan ibu memegang saya, takut ibunya diambil kakak kembali. Hahahahaaa… Dan biasanya saya suka usil megang-megang tangan ibu biar Tari marah dan nangis. Usil yaa.. hahahaa…

Saya yang memang sudah bertahun-tahun ngekos, jarang pulang kerumah. Mungkin sekitar 3 kali setahun,, seringnya hanya 2 kali setahun, karna biasanya waktu libur suka terlalu menikmati kegiatan kepanitiaan atau organisasi dan ospek meng-ospek. Tari yang dulu masih kecil sempat tidak mengenal saya ketika saya pulang, butuh waktu untuknya mengingat-ingat kalau saya adalah kakaknya,, whooaaa,, sediihh,, padahal kan pengen ngegendong-gendong. Tapi itu dulu, sekarang sie sudah kenal, karna saya juga sering menelpon dan Tari suka laporan apa yang baru saja dilakukan. Kalo lagi baikan, Tari suka ingin tidur bareng saya (sebenernya Cuma akal-akalan biar saya nyanyi lagu-lagu anak TK), kadang-kadang berakhir dengan tidak tidur, dan kalau saya sedang beruntung dan Tari memang sedang capek bisa juga sampai benar-benar tertidur. Saya suka mengajarkan lagu-lagu baru, lagu anak kecil pastinya, contohnya : Pelangi-pelangi, bintang kecil, kasih ibu, naik-naik ke puncak gunung, heli guk guk guk, dan masih banyak lagi… Karna pengalaman ini saya juga suka anak kecil dan suka mengajar anak TK dan seusianya. Cepat akrab jadinya… Makasih ya Tari,., 😀

Kalau saya pulang, saya benar-benar harus menghabiskan jatah bulanan saya untuk membawa oleh-oleh, karna kasarnya yang mereka harapkan ketika saya pulang bukan sayanya tapi oleh-olehnya.. Hahahaha. Meskipun Tari sudah mendapat bagiannya sendiri tapi seringnya merebut jatah kakak-kakaknya yang lain.. Dasar Tari,,, semuanya mau didominasi…

Kemarin pas menelpon ibu terakhir kali, ibu bercerita tentang Tari. Dulu, pernah ada petir yang cukup mengagetkan karna suara kerasnya. Kemudian Ibu langsung berkata “Ampun petir (sembari pura-pura meringis), ayo berdoa biar gak digigit petir. Subhanallah Walhamdulillah Walaailaahaillallaah Wallaahuakbar, Lahaula Walakuwwata Illa Billa Hil Ali Hil Adzim (sambil menengadahkan tangan dan berdoa dengan dilagu-lagukan).” Dan ibu kembali melanjutkan cerita, kemarin ibu sempat mencuri dengar Tari berkata serupa dan mulai mengajak teman-temannya berdoa ketika terdengar suara petir yang menakutkan. Ternyata apa yang ibu ajarkan benar-benar dipraktekkan… Subhanallah, anak kecil benar-benar harus terjaga apa yang dikonsumsi dan diserap setiap harinya ya,, Karna mereka cepat sekali mengaplikasikan ilmu yang baru saja diperoleh. Sama seperti saat puasa Ramadhan, kami sekeluarga mengajari Tari berpuasa, walaupun hanya beberapa jam. Pada saat buka puasa, Tari berada paling dekat dengan makanan untuk berbuka dan berdoa paling kencang, sekeluarga memang mengajarkan Tari doa buka puasa dan hasilnya “Allahummalakasumtu wabikamantu waalariskika aftortu birohmatikayamaromin…” Hahahahaa, salah-salah doanya, tapi cepat sekali diingatnya.. Lucunya Tari,….

Aaahhh,, terlalu banyak cerita tentang Tari,, Tidak akan ada habis-habisnya jika diceritakan semuanya. Tari yang begitu mewarnai,,,, Saya pas kecil dulu selucu Tari sepertinya… Tari tari,,, cantik, lucu, ngegemesin, kayak pinguin, makin lama diliat makin kayak bercermin, hahahaha….

Jatinangor, 030510, 11.52

Advertisements

3 thoughts on “Tari adik kecilku…

  1. Tumbuh dalam keluarga besar membuat saya tak asing dengan anak-anak. Di mula kelas dua SMU saya punya adik lagi, saat itu saya sudah lima bersaudara dan saya adalah anak keempat. Adik di bawah saya sudah kelas 3 SMP.
    Saat saya sudah punya Namia saya punya adik lagi yang usianya hanya berjarak satu tahun lebih muda dari namia. Dan untuk beberapa waktu adik kecil saya pernah juga tinggal di sini. Dia tidak hanya adik buat saya, tapi juga seperti anak saya sendiri, saya menyusuinya saat Ibu yang renta belum bisa menyusuinya. Karena itu hubungan kami sangat dekat, adik kecil saya dapat merasakan apa yang saya rasakan, seperti ada ikatan batin seorang Ibu dan anak, darahku telah mengalir juga dalam darahnya. Dan seperti layaknya seorang anak, Asa (nama adikku) memanggilku Ummi…. 🙂

    • waaahh,,, subhanallah teh,, sampai menyusui?? waooww,,,
      wajar aja kalo adek teteh dekat sekali dengan teteh,,,
      seru ya punya adik,, walaupun pada awalnya agak sulit menerima adik disaat kita sudah besar dan disaat orang lain tidak umum lagi memiliki adik diumur segitu,,,
      nama adek teteh ngingetin histor dengan novel ASA MALAIKAT MUNGILKU,,,
      😀

  2. aq malah lupa nama panjangnya siapa.. cuma taunya khansa apaaa… gt… ha3…
    faktor usia begini deh… *berpikir keras* siapa yah nama adikku? aduuuhhh… lupa banget euy… hahay… punya banyak ponakan+adik+anak… jadi wey lupa… khansa apaa yah??? haduh… nelpon aja deh ntar… ha3… :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s