Jangan Manja Lagi Ya,,,


Masih tentang event yang hampir saja saya kacaukan (baca tulisan sebelumnya). Saya adalah jenis orang yang benar-benar tidak bisa punya masalah dengan hubungan/interaksi dgn orang lain. Karna masalah dengan hubungan terhadap orang lain akan membuat saya banyak berpikir dan menghabiskan energi. Dan tanpa saya buat-buat, tanpa ada instruksi dari saya, saya akan dengan mudah nge-drop dan jatuh sakit. Bisa dibilang hampir menjadi kebiasaan sejak kecil, jika ada yang terlalu dipikirkan maka dengan mudah menjadi lemah dan sakit.

Kejadian dalam event kemarin cukup banyak menghabiskan energi saya. Saya tidak capek fisik, tapi capek hati. Dan efek dari capek hati lebih dari hanya sekedar capek fisik. Saya benar-benar lelah dan tidak bisa mempertahankan tubuh saya. Sejak h-1 (ketika terjadi kesalahan itu) saya sudah merasa sedikit hangat pada tubuh, gejala-gejala tidak normal, gejala-gejala akan sakit. Namun keharusan untuk tampil fit dalam beberapa acara yang akan saya isi membuat saya berusaha untuk tidak menjadikan sakit saya menjadi berlebih-lebihan. Tapi suhu tubuh yang tidak normal terus saya rasakan sampai dengan h+2, karna memang saya masih kepikiran dengan kejadian yang tersebut.

Ada seorang teman yang sudah lama tidak berjumpa menjadi salah satu tempat saya untuk sedikit mengadu “Mawar (sebut saja begitu), Badan aku anget. Dari kemaren gak enak terus nie. Kayaknya darah rendah juga makin jadi, setiap abis solat atau duduk lama-lama pasti pusing banget.”, si mawar pun menanggapi “Wah, suka begadang sie ya,,” “Iya emang akhir-akhir ini begadang terus nie.” Sambil cemberut dan meminta dimanja. Kemudian mawar berkata “Pokoknya ntar malem gak boleh tidur diatas jam 9. Istirahat yang bener!!”, saya pun melirik jam dengan tampang yang menyiratkan wahhh, gak janji deh ya mawar. Saya g bisa tidur jam segitu. Dan Mawar yang menangkap air muka saya yang meragukan pun meneruskan “Gak boleh lebih dari jam 9!! Awas lho ya!! Nanti malah jadi beneran sakit!!”. Setelah mendengar kata-kata mawar mata saya mulai menghangat dan mulai berkaca-kaca. “Mawar, aku kangen dimarahin kayak gitu,,, (hiks) yang biasa meratiin dan marahin aku udah pada lulus dan sekarang aku malah harus mengayomi adik-adik kelas aku. Makasih ya mawar udah marahin aku. Aku seneng banget…” Hampir saja saya benar-benar menangis kalau saja tidak mengingat kondisi keramaian disekitar.

Kalimat singkat dan terkesan membentak itu yang saya ridukan. Kalimat singkat itu yang saya nanti-nantikan. Kalimat yang benar-benar berarti banyak buat saya. Saya memang anak manja yang selalu ingin diperhatikan orang lain, tapi karna saat itu kondisi sedang tidak ideal maka saya pun menelan rasa tidak enak badan saya sendiri. Tanpa ada yang tau kecuali Mawar… Jika saja saat itu kondisi sedang ideal, pastinya saya sudah pengumuman ke setiap orang yang saya temui bahwa saya tidak enak badan, dan mereka pun akan menyambungnya dengan candaan yang akan membuat saya merasa lebih baik.

Tak lama kemudian ternyata Mawar harus pulang sebelum acara selesai, dan saya benar-benar sedih melepas kepergian Mawar,, tapi saya juga tidak bisa memaksakan kehendak saya. Sepulangnya Mawar, saya pun larut dalam kesedihan tanpa air mata (baca : nyesek banget!). Saya sedih karna tidak ada lagi yang tau keadaan saya ataupun care kepada saya. Sediiihhh….

Tiba-tiba, saya baru ingat kalau saya belum mengecek handphone, dan ternyata sudah ada 4 miscalled dari ibu saya. Saya pun jadi sedikit khawatir, ada apa ini? Setelah telpon tersambung ternyata saya baru tau kalau adik saya baru saja kecelakaan. Cukup menghebohkan memang tapi alhamdulillah tidak parah dan hanya luka ringan yang tertinggal. Alhamdulillah… Tapi lagi-lagi saya kembali bersedih,,, Karna saya seorang sanguin dan seorang yang sangat extrovert (yang biasa mengekspresikan apa yang saya rasakan) tidak bisa bercerita pada satu orang pun disana. Saya sedih… Boro-boro tau kalo keluarga saya tertimpa musibah, lha wong tau kondisi saya yang sedang tidak baik dan tidak enak badan saja tidak,,,, Akhirnya dengan tidak sabar saya menunggu waktu yang terasa begitu lambat untuk segera pulang kekosan seselesainya acara dan langsung menelpon teman saya untuk memberitahu dia bahwa saya sedang sakit dan adik saya baru kecelakaan. Alhamdulillah akhirnya lumayan lega juga…

Dari kejadian ini, saya pun mulai mengambil hikmah. Saya tidak bisa terlalu manja lagi, saya harus belajar untuk mulai menjadi anak yang sedikit manja tidak lagi benar-benar manja. Saya harus belajar untuk bersabar menghadapi semuanya sendirian minimal bersabar sampai ada waktu yang tepat mempertemukan saya dengan orang yang tepat untuk bercerita. Saya harus lebih mandiri dan tidak banyak mengandalkan orang lain lagi. Saya harus mulai belajar untuk tidak selalu memaksakan kehendak kepada orang lain untuk terus memperhatikan saya. Mereka juga punya urusan yang harus diselesaikan. Dan Saya pasti BISA!! Saya tau itu!!!

Jatinangor, 290410, 22.06

Advertisements

7 thoughts on “Jangan Manja Lagi Ya,,,

  1. aslkm de. pengalaman yang menarik. yah, diantara salah satu hikmah mengapa Allah seakan menutup semu pintu mengadu pada manusia, adalah Allah ingin kita benar-benar merasakan kita bergantung padaNya saja. sebab mungkin perasaan sekuat itu takkan kita rasakan ketika kita masih punya orang-orang sekeliling yang terus membuka tangannya untuk kita.
    Keep Spririt ya, Allahu ma’ana

    Regards,

    Mala

    • wa’alaikumsalam…
      teh mala…
      bener banget,,, pada saat itu histor juga benar2 jadi sadar kalau yang tidak pernah bosan untuk mendengar kita mengadu dan mengeluh cuma Allah
      yang akan selalu setia menemani cuma Allah,,,
      jadi jangan lagi terlalu berharap banyak kepada manusia,,, 😦

  2. hiks T_T ..
    tulisan teh histor mengingatkan saya akan arti kehadiran orang2 terdekat yg pernah saya punyai dulu..teman untuk berbagi hal2 yg bersifat sentimentil atau apapun.
    skrg mereka satu persatu “berpetualang” menempuh takdir yg telah dituliskan oleh sang pencipta.
    tapi bukankah kita harus siap untuk menempuh jln takdir kita sendiri??
    untuk tidak selalu bertopang pd orang lain.untuk membentuk suatu sifat yg disebut dewasa,mandiri,atau apapun itu namanya..
    dan saya pun masih mencoba untuk membaca,dan belajar untuk mengatasi suatu permasalahan dg menggunakan akal dan fikiran saya sendiri.mencoba untuk menganalisa keadaan dan mencari jalan keluar,pun dg cara dan jalan saya sendiri..dan tentu Allah akan menunjukkan jalan keluar bagi hamba-Nya yg mau berusaha.
    *tiba2 mata saya berkaca2*

    • iya bener doel,, kita juga punya jalan takdir yang harus kita sendiri yang menjalaninya dan ada saat2nya kita melaluinya tanpa teman yang mendampingi,,, dan kita harus siap untuk itu,, sepertinya Allah juga sedang mempersiapkan histor untuk itu,,,
      dengan kesendirian kita tadi kita dibentuk untuk menjadi lebih mandiri dan lebih tough untuk menghadapi semua yang ada didepan sana,,,

      wahh,, ternyata kamu pun ikut berkaca2,,, 😦

  3. kita semua hanyalah manusia…
    tinggal menunggu waktu saja…
    ditinggalkan dan meninggalkan,kita semua tidak akan tau.
    hingga waktunya tiba.
    *lah,,,kok ga nyambung yah???*
    haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s