Hanya Butuh Kepercayaan dan Kesempatan Kedua


trust

Diantara kerlap kerlip bintang
Ada satu gelap yang selalu setia menantiku untuk menjadi penguasanya
Dan menjadikanku yang paling terang disana
Tanpa tersaingi bintang terang lainnya

Fitrah manusia,, ketika kita menjadi bukan siapa-siapa dalam satu komunitas maka kita akan terus mencari dan berpindah-pindah sampai kita temukan komunitas yang menghitung kita sebagai sesuatu, lebih dari sekedar apa-apa. Baru saja beberapa hari yang lalu saya menyampaikan materi mengenai manajemen kepanitiaan, salah satu slide berisi tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kepanitian, diantaranya adalah kepercayaan. Pada saat saya sampaikan point ini, saya benar-benar menyampaikannya dari hati karna kebetulan saya adalah orang yang benar-benar bisa berbuat lebih dari banyak ketika kepercayaan sudah saya dapatkan.

Jadi kembali bernostalgia ke masa lalu diantara beberapa event yang pernah saya adakan. Ada satu event yang banyaakkk sekali kendalanya bahkan sejak dibentuknya kepanitiaan. Namun kendala itu benar2 tidak berarti ketika ada beberapa orang yang terus berkata “Kamu pasti bisa. Hanya tinggal mengulang sukses event-event sebelumnya. Pasti BISA!!! Ini Cuma hal kecil diantara event-event yang dulu pernah kamu adakan.”. Dan tahukah teman-teman, hanya kata-kata itu yang saya butuhkan untuk tetap bisa bertahan. Saya tidak tau saya bisa meminimalisir hambatan besar yang berada tepat dihadapan atau tidak, yang saya tau pasti SAYA AKAN BERTAHAN SAMPAI AKHIR, dan akan saya persembahkan yang terbaik untuk mereka yang sudah begitu percaya kepada saya. Dan guess what??!! Im out of my mind,,, i did even more then my best!! Can u imagine that?? Dan hasilnya adalah kesuksesan acara!!!

Ada lagi event lainnya yang panitianya sudah saya kenal sejak lama, saya pun menjalankannya dengan enjoy meskipun mungkin saya sadari saya agak kebanyakan ngomong daripada berbuat. Kenapa ya, sebenarnya saya mau mengerjakannya, tapi kalo sudah saingan dengan tugas akhir kuliah agak susah. Bukan apa-apa, soalnya saya bukan orang yang bisa memaksakan diri untuk mengerjakan ini itu, jadi harus nyari feel n moodnya terlebih dahulu, nah kalo moodnya dapet trus dengan terpaksa harus di cut untuk urusan event itu saya jadi benar-benar hilang mood… Payah mungkin, tapi saya memang orang yang seperti itu. Sekarang saja saya lebih memilih menulis blog daripada tugas akhir tercinta itu, padahal semua resourcenya ada. Aduh aduh, kembali lagi ke topik…

Jadi (saya ulang kembali), ada event lainnya yang panitianya saya kenal, kemudian karna saya merasa bersalah dan merasa sudah tidak profesional dengan keadaan yang ada jadi saya back on track n guess what?? 2 minggu saya tinggalkan tugas akhir saya. Saya berusaha sebisa mungkin sampai akhirnya saya merasa benar-benar bisa menyumbangkan sesuatu untuk acara ini. Saya terus berusaha lobi sana sini, tawar harga sana-sini, kontak-kontakan dengan link yang saya punya, dan lain-lain. Tapi sepertinya semua berjalan tidak sepenuhnya sesuai dengan yang sudah terbayangkan oleh saya. Mendadak ada yang berubah dan tidak sesuai dengan yang telah disepakati. Mungkin karna kurangnya saya mempersiapkan semuanya dalam bentuk hitam diatas putih dengan pihak yang diajak bekerjasama. Semua jadi hampir benar-benar kacau!!

Pada saat H-1 ketika saya mendapat kabar yang benar-benar tidak baik itu, saya sedang berada di tempat lain dan baru saja akan memulai penyampaian materi, dan saya tidak bisa dengan serta merta meninggalkan tempat dimana saya berada. Dan teman-teman,, saya tau saya salah, saya tau kesalahan itu besar kemungkinan adalah kesalahan pribadi saya, tapi saya tidak mengira bahwa partner kerja yang selama ini begitu percaya saya langsung mengganti orang kepercayaannya dengan yang lain. Itu yang membuat saya begitu terpukul. Mungkin saya memang salah, bukan mungkin tapi memang benar saya salah, tapi bukan berarti saya tidak lagi diajak untuk berdiskusi dan bukan berarti pendapat saya tidak penting lagi kan??!!

Saya benar-benar kecewa!!! Sangat kecewa!!! Ternyata kalimat “Karna nila setitik, rusak susu sebelanga.” itu benar adanya,, Saya benar-benar terpuruk. Terpuruk karna hubungan saya yang tidak lagi baik dengan mantan partner kerja saya itu. Saya tidak lagi dipercaya karna saya sudah melakukan kesalahan yang sedikit fatal terhadap event. Entah kenapa sejak saat itu, saya mulai tidak lagi bisa bekerja dengan sepenuh hati, saya benar-benar menjadi tidak profesional. Untuk siapa lagi harus saya persembahkan kerja maksimal saya?! Saya kehilangan orientasi. Maaf teman, tapi saya benar-benar tidak bisa melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan karna bahkan menatap saya sedikit saja kamu terlalu enggan. Maaf… Tapi saya benar-benar tidak bisa.

Akhirnya, tidak hanya terpuruk karna hubungan yang tidak baik dengan teman, tapi saya juga terpuruk atas ketidakprofesionalan yang telah saya lakukan. Saya berjanji saya akan perlahan memperbaiki ini. Yang pasti teman, terimakasih karna telah mengajarkan saya satu hal bahwa SETIAP ORANG LAYAK UNTUK MENDAPAT KESEMPATAN KEDUA. Jangan pernah serta merta mendelete seseorang karna nila setitik yang dia teteskan dalam satu belanga susu… Mungkin dengan kesempatan kedua, dia bahkan bisa benar-benar jauh lebih baik dari sebelumnya.. Cukup berikan KEPERCAYAAN.

Jatinangor, 290410, 12.00

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s