LANGIT


Ketika kupandang langit

Terhenyak kusadari kekerdilan diriku

Kupandang lagi langit

Aku hanyalah satu partikel udara dalam luasnya langit itu

Kembali kupandangi langit

Lagi-lagi kutemukan keterbatasan diriku diantara langit yang tak berbatas

Masih langit yang sama yang kupandangi

Aku tidak juga beranjak membesar apalagi menyaingi ke-Maha Besar-an langit

Langit itu tak terhindarkan untuk terus terpandang

Dan aku masih tetap tak tertangkap ekor mata langit dalam ragam warna dan bentuk yang ditangkapnya

Setiap kali kupandangi langit

Aku sadar, aku bukan siapa-siapa

Yang tak mampu berbuat apa-apa

Sampai kapanpun

Karna ada yang langit sembunyikan akan aku dan yang dinaunginya

Bahwa langit tak terelakkan untuk bisa ditandingi

Langit akan selalu mengingatkanku pada-Mu.

Jatinangor, 081209, 01.44

Advertisements

4 thoughts on “LANGIT

  1. Langit membisu dalam kesendirian
    Langit begumam dan bergurau melangkah berjalan
    Langit dengan sbongkah senyum menawan
    Langit yang sedu sedan sendiri
    Langit yang terjerat dalam kesunyian
    Langit yang menapak kaki lalu berdiri tegak
    Langit yang menutup mata tanpa siapa dan apa
    Langit yang telah kembali kepada sang pemilik Langit

    cuma numpang nyoret tentang langit kebetulan mba bikin puisi langit hehe…
    kunjungi blog saya yah di http://www.ahmadriyadhmz.wordpress.com
    semoga apa yg kita tuangkan dalam blog dpt bermanfaat bg kita semua amin
    sukses selalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s